Pendahuluan
Jepang dikenal sebagai negara dengan kemajuan teknologi tinggi, termasuk dalam sektor pertanian. Namun, seiring bertambahnya usia petani dan rendahnya minat generasi muda lokal terhadap pertanian, Jepang mengalami krisis tenaga kerja pertanian. Situasi ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia, untuk bekerja di sektor yang vital ini.
Kondisi Sektor Pertanian Jepang
Lebih dari 60% petani di Jepang berusia di atas 65 tahun. Kurangnya regenerasi tenaga kerja membuat produktivitas sektor pertanian terancam. Pemerintah Jepang pun aktif merekrut tenaga kerja asing untuk mengisi kekosongan ini, melalui jalur magang teknis (TITP) dan Specified Skilled Worker (SSW).
Jenis Pekerjaan Pertanian yang Tersedia
Buruh Pertanian Umum
Menanam, memanen, dan mengolah hasil pertanian.
Bisa bekerja di lahan terbuka atau rumah kaca.
Pekerja Peternakan
Merawat hewan ternak seperti sapi, ayam, atau babi.
Membersihkan kandang, memberi pakan, dan membantu proses produksi.
Operator Mesin Pertanian
Mengoperasikan traktor, pemotong rumput, dan mesin pertanian otomatis.
Pengelola Greenhouse (Rumah Kaca)
Merawat tanaman dengan sistem hidroponik atau teknologi iklim tertutup.
Jalur Resmi untuk Bekerja di Pertanian Jepang
1. Program Magang Teknis (TITP)
Durasi 3 hingga 5 tahun.
Cocok untuk pemula, termasuk lulusan SMA atau SMK.
Mendapat pelatihan langsung di lapangan.
2. Program Specified Skilled Worker (SSW)
Untuk yang sudah memiliki pengalaman atau lulus ujian keterampilan bidang pertanian.
Kontrak kerja 5 tahun dan bisa diperpanjang.
Diperlukan kemampuan bahasa Jepang setara JLPT N4 dan sertifikasi skill.
Syarat Umum
Usia 18–35 tahun.
Sehat jasmani dan rohani.
Bersedia bekerja di luar ruangan dalam kondisi cuaca bervariasi.
Lulus pelatihan atau ujian skill pertanian dan bahasa Jepang.
Keuntungan Bekerja di Bidang Pertanian Jepang
Gaji rata-rata: ¥150.000–¥200.000 per bulan (sekitar Rp16–22 juta).
Disediakan akomodasi dan fasilitas dasar oleh perusahaan.
Belajar teknologi pertanian modern, termasuk sistem irigasi otomatis, drone pertanian, dan greenhouse canggih.
Peluang memperpanjang kontrak atau pindah ke bidang kerja lain setelah menyelesaikan kontrak.
Tantangan yang Mesti Dipahami
Pekerjaan pertanian bersifat fisik dan menuntut stamina.
Perubahan musim dan cuaca ekstrem bisa memengaruhi jam kerja.
Adaptasi budaya dan bahasa menjadi hal penting untuk kelancaran kerja.
Penutup
Bekerja di bidang pertanian di Jepang memberikan banyak manfaat, mulai dari penghasilan yang stabil hingga pengalaman kerja internasional. Bagi pemuda Indonesia yang siap bekerja keras dan ingin meniti karir di luar negeri, sektor pertanian Jepang menawarkan jalan yang menjanjikan. Dengan persiapan yang matang—terutama dalam hal bahasa Jepang dan pelatihan keterampilan, kesempatan ini layak untuk diperjuangkan.
Dipublikasikan pada: 04-05-2025